Tampilkan postingan dengan label KARYA SISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARYA SISWA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2019

SEKOLAHKU MENYENANGKAN


by.Ni Luh Widya Novita Dewi

Pagi itu aku dibuat kaget dengan keadaan sekolahku, kelas yang biasanya kutempati rata dengan tanah. Hatiku hancur berkeping-keping melihatnya. Ada apa dengan sekolahku? Apa yang terjadi? Benarkah sekolahku ditutup seperti kata orang-orang, karena jumlah muridnya sedikit? Menangis aku dalam hati, mau sekolah dimana aku nanti? Tiba-tiba aku dikagetkan dengan kehadiran guruku, aku langsung bertanya kepada beliau tentang keadaan sekolah. Dari beliau, aku mendapatkan informasi bahwa sekolahku memang harus di bongkar, tapi tidak ditutup melainkan akan di bangun kembali menjadi sekolah yang lebih indah dan menarik. Senang rasanya mendengar berita tersebut. Tak sabar rasanya ingin menempati sekolah baru tersebut. Itulah kenanganku dua tahun yang lalu. Sekarang senang rasanya sekolahku sudah berdiri lagi dengan wajah baru yang lebih indah, yang membuatku betah belajar di sekolah.
Saat sekolahku sudah jadi, hatiku merasa senang tidak terkira. Tetapi ada juga yang membuat hatiku sedih ternyata aku tidak menempati kelas yang baru itu, malah aku menempati kelas lama. Gedung lama yang berada di sebelah UKS sekolah. Betapa sedih rasanya, tetapi aku tetap tegar dan berusaha menerimanya dengan tegar. Pada waktu itu wali kelasku adalah ibu Istifadah. Kami mendapatkan kelas lama sebab wali kelas kami hamil 7 bulan, itu sebabnya kami tidak mendapatkan kelas dilantai atas, karena takut bu Istifadahnya keguguran. 
Sekolah kami memiliki taman yang luas dan dan pohon yang besar, karena kepala sekolah kami yaitu I Wayan Rina suka keasrian alam. Di sekolah kami pun mempunyai tempat persembahyangan bersama, kepala sekolahku yaitu I Wayan Rina merawat kelestarian alam, beliau selalu datang lebih pagi dari pada guru yang lainya untuk menyapu di halaman, sekolah ku mempunyai halaman yang luas, sampai-sampai muridnya pun dibagikan jadwal piket masing masing, Sekolahku juga pernah mendapatkan juara untuk sekolah yang terbersih tingkat provinsi yang disebut Adiwiyata. Setelah selesai menyapu di halaman, bel masuk pun berbunyi aku pun bersembahyang bersama di padmasana, selesai sembahyang aku bersama teman-teman menyanyikankan lagu wajib nasional yaitu Indonesia Raya dan mengucapkan Pancasila.
Di sekolahku juga ada kolam yang diatasnya ada patung dewi Saraswati yang cantik, yang melambangkan dewi ilmu pengetahuan, di sebelah barat patung saraswati ada juga perpustakaan yang didalamnya banyak buku-buku yang bagus. Di sekolahku juga ada UKS yang didalamnya juga ada peralatan kesehatan yang lengkap. Tidak kusangka ternyata disekolahku dikunjungi orang asing. Mereka berasal dari Australia yang peduli akan pendidikan. Mereka berkenalan dan bercakap-cakap dengan kami semua, kemudian satu demi satu dikasih hadiah yang didalamnya berisi penggaris, penghapus, sepidol, pulpen, pensil dan lain-lain. Tapi sayang pada saat itu aku tidak masuk karena aku pulang kampung. Pada tahun tersebut juga kepala sekolah kami sudah tidak pak Rina lagi sekarang sudah diganti menjadi bu Sri Sisyolowani, pada saat perpisahan pak Rina, aku dan teman-temanku membawa hadiah kenang-kenangan untuk pak Rina, dan aku pun menangis tersedu-sedu, tetapi tidak apa-apa aku tetap menerima itu karena sudah digantikan oleh bu Sri Sisyolowani.
Awalnya aku pikir bu Sri Sisyolowani itu galak seperti kata orang-orang tapi ternyata tidak, ternyata beliau itu sangat baik dan ramah, beliau begitu menyayangi dan perhatian kepada semua murid-murid SD No.6 Pecatu. Kemudian pada saat itu kami mengikuti olimpiade MIPA. Aku pun harus belajar utuk mengharumkan nama baik SD No 6 Pecatu dan ternyata ada temanku yang bisa mencapai peringkat sembilan besar dan bisa mengharumkan nama baik SD No 6 Pecatu semua guru pun bangga terhadap temanku yang bernama Anik. Senang rasanya bisa menyaksikan nama SD 6 Pecatu menjadi harum meskipun bukan aku yang mengharumkannya. Semoga suatu saat nanti aku bisa mengharumkan nama sekolahku tencinta. 

Rabu, 01 Mei 2019

OLAHRAGA DI SEKOLAHKU

By.  Ni Luh Putu Dewi Sutrisni

Hari jumat adalah hari yang ku tunggu-tunggu karena pada hari itu adalah hari dimana ada pelajaran olahraga. Aku sangat suka berolahraga karena berolahraga membuat badan kita sehat dan bugar. I Made Rediana adalah guru olahraga. Beliau adalah guru idolaku semenjak aku kelas I. Pak Made mengajarkan kami berbagai jenis olahraga, diantaranya renang, basket, voli, sepak bola, rounders, dll. Olahraga yang aku sukai adalah olahraga renang karena renang merupakan salah satu kegiatan melatih pernafasan. Cara berenang sangat mudah yaitu, pertama-tama berdiri vertikal di kolam renang, kemudian masukan kepala ke air kemudian keluarkan dari dalam air. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara membungkuk ataupun duduk. Ketika kepala berada di dalam air, kita harus membuang nafas lewat mulut dan hidung. Ketika kepala dikeluarkan dari air harus narik nafas secara penuh dengan menggunakan mulut sehingga dada penuh dengan udara.Setelah selesai berenang kita harus mengeringkan badan sampai kering setelah itu mandi.
Selain olahraga renang aku juga suka olahraga basket. Sebelum berolahraga kami melakukan pemanasan terlebih dahulu supaya tidak cedera, pemanasan bisa dilakukan dengan lari di tempat, push up, mencium lutut, dll. Setelah pemanasan kami bermain basket, tiba-tiba perutku terkena bola basket, yang mengenai bola basket adik kelas yang bernama Kadek Adi Risnawan. Aku pun menangis karena tidak bisa menahan rasa sakitnya, temanku yang bernama Widya dan Anik memberiku obat untuk mengobati rasa sakit itu, aku menangis tersedu-sedu. Beberapa hari kemudian rasa sakit itu hilang aku sudah tidak kesakitan lagi.
Rasanya aku ingin berhenti berolahraga, karena aku sudah merasakan sakitnya terkena bola basket yang kerasnya melebihi batu. Hampir satu jam aku merasa sakit, tidak enak rasanya. Mau berjalan, makan, ataupun duduk tetap terasa sakit. Syukur beberapa jam kemudian rasa sakit itu berangsur hilang, dan aku bisa beraktifitas kembali. Keesokan harinya aku berpikir-pikir ternyata berolahraga terlalu sulit untuk ditinggalkan, aku rasa berolahraga lebih banyak menyenangkannya dari pada rasa sakitnya, akupun memutuskan untuk tetap menyukai olahraga.
Pada hari jumat berikutnya kami pun berolahraga kembali, kami berolahraga kasti atau rounders, seperti biasanya sebelum berolahraga kami pemanasan terlebih dahulu supaya tidak cedera. Permainan pun di mulai, pada saat aku mencari bola tiba-tiba aku terpleset di bak pasir.Aku pun menangis tersedu-sedu, karena pada saat aku terpeleset aku terjatuh dan tulang ekorku kena. Rasanya sangat sakit, berdiri dan duduk tetap merasa sakit. Rasa sakitnya lebih lama dari sakit yang kemarin.
Akhirnya hari jumat pun tiba, aku dan teman-teman jalan-jalan bersama Pak Made keliling sekitar jalan pura Kulat. Rasanya sangat capek karena jauh perjalanannya sekitar 1 kilometer.Apes bener nasipku ditengah perjalanan tiba-tiba ada anjing menggonggong keras sekali suaranya, tiba-tiba aku dan teman-teman dikejar. Kami pun berlari dengan laju sampai-sampai ada yang terjatuh.
Di hari jumat berikutnya aku dan teman-teman berolahraga di sekolah, olahraga kami adalah lompat jauh, aku sangat senang dengan permainan itu. Kami mengantre untuk mendapatkan gilirin untuk lompat, akhirnya giliran aku pun tiba akupun berlali, dan belompat, tetapi tiba-tiba aku terpeleset dan kakiku keseleo rasanya sakit sekali. Mau jalan saja aku kesusahan untung ada teman ku Anik dan Widya dan dia memijit kaki ku dan rasa nya tidak sakit lagi. Bel masuk kelas pun berbunyi aku dan teman-teman masuk kelas.

Sabtu, 27 April 2019

BERKESENIAN DI SEKOLAHKU YANG MENYENANGKAN




Hari yang ku tunggu-tunggu akhirnya tiba, yaitu hari Sabtu. Hari dimana aku terbebas dari pelajaran yang menguras tenaga dan pikiran. Sabtu merupakan harinya ekstra kurikuler. Kegiatan yang sangat aku gemari. Di sekolah kami pada hari itu di khususkan untuk berbagai kegiatan Ekstra kurikuler. Ekstra kurikuler yang ada di sekolah kami diantaranya matembang, mejejahitan, dan menari. Matembang merupakan kegiatan menyanyikan lagu-lagu suci agama Hindu. Majejahitan adalah kegiatan membuat banten. Sedangkan menari merupakan kesenian yang dilakukan dengan cara melakoni gerakan tarian Bali.
Pada jam pertama saya mengikuti kegiatan matembang, kegiatan ini bertujuan mengajegkan (melestarikan) seni budaya Bali, supaya kidung di Bali tidak punah. Kidung adalah kesenian menyanyikan lagu suci agama Hindu. Selain itu kidung juga digunakan saat upacara keagamaan. Ada banyak jenis kidung, diantaranya kidung Dewa Yadnya, kidung Rsi Yadnya, kidung Pitra Yadnya, kidung Bhuta Yadnya, dan kidung Manusa Yadnya atau disebut juga kidung Panca Yadnya. Saat belajar matembang diajari beberapa kidung, yaitu kidung Warga Sari Pendek, Nunas Tirta, Turun Tirta, Ida Ratu, Pupuh Jerum, Pupuh Ginada, Pupuh Semarandana, Pupuh Ginanti, dan Pupuh Maskumambang. Yang membina matembang adalah pak Ketut Sukita, beliau suka bercanda dan bercerita yang lucu-lucu.
Mejejahitan adalah ekstra kurikuler yang aku sukai. Majejahitan merupakan kegiatan membuat karya seni yang dibuat dari bahan janur, yang berguna untuk sarana upacara keagamaan. Saat majejahitan aku diajari membuat sampian, dan alat-alat pejati. Sampian yang sudah pernah diajari membuatnya adalah, naga sari, dan dapetan. Sedangkan alat-alat pejati yang sudah diajari membuatnya adalah aled, dan serobong daksina. Sampian dan alat-alat pejati itu akan digunakan untuk upacara keagamaan. Yang membina mejejahitan adalah Ibu Ayu. Bu Ayu seorang guru yang baik dan sabar, dia mengajari murid-murid sampai bisa membuat sampian dan alat-alat pejati. Selain mengajari kegiatan ekstra, beliau juga mengajari pelajaran kurikuler, yaitu pelajaran Agama Hindu dan Bahasa Bali.
Ada satu ekstra kurikuler yang membuatku tertarik untuk mengikutinya, ekstra tersebut adalah menari. Aku menjadi tertarik karena menurutku menari adalah kegiatan yang bisa menuntun kita untuk belajar tarian Bali yang khas. Banyak yang khas dari tari Bali, misalnya dari agemannya, gerakan matanya, dan masih banyak lagi. Ada banyak jenis tarian khas Bali contohnya, tari Pendet, Rejang Dewa, Rejang Sutri, Puspanjali, Pamyembrama, Gabor, Manuk Rawa, Sekar Jepun, Sekar Jagat, Condong, Legong Kraton, Cendrawasih, Merak Angelo, Kembang Girang, Oleg Tamulilingan, Wirayuda, Baris Tunggal, dan masih banyak lagi jenis tariannya. Ada satu tarian yang istimewa dan terkenal yang menjadi ciri khas Bali, tarinya adalah tari Kecak. Tari Kecak adalah tarian yang menceritakan tentang cerita Ramayana. Adapun bagian-bagian tokoh tari Kecak antara lain, sang Rama, Dewi Sita, Rahwana, Hanoman. Diantara tokoh-tokoh tersebut ada yang memiliki sifat protagonis yaitu sifat baik adalah sang Rama, Dewi Sita, Hanoman. Figuran adalah tokoh sampingan, sedangkan tokoh antagonis adalah tokoh penentang tokoh utama atau disebut tokoh jahat tokoh jahat dalam cerita Ramayana adalah Rahwana. Ekstra kurikuler menari di sekolahku dibina oleh Bu Desak. Tari yang sudah diajari kepada siswi perempuan bermacam-macam seperti tari Pendet, Puspanjali, Rejang Dewa, Panyembrama, Manuk Rawa, dan Sekar Jepun. Sedangkan untuk siswa laki-laki adalah tari Wirayuda, dan Baris. Aku juga ikut Pasraman Widya Astiti Dharma, pasraman ini diadakan oleh desa tempatku tinggal, yaitu Desa Pecatu. Biasanya saya mengikuti pasraman setiap hari Minggu, yang bertempat di Uluwatu. Adik saya pun juga merasa tertarik untuk ikut pasraman ini, kemudian saya mendaftarkannya ke pasraman. Pasraman ini diketuai oleh Pak Sutek, dan yang melatih tari adalah Bu Egig. Banyak juga tarian yang sudah diajari, seperti tari Pendet, Puspanjali, Rejang Dewa, Panyembrama, Manuk Rawa, Sekar Jepun, Legong Kraton, Condong, Cendrawasih, dan Kembang Girang.
Aku bangga bisa ikut mengajegkan seni budaya Bali. Aku juga senang karena melalui ekstra kurikuler aku bisa mengenal seni budaya Bali, seperti jenis-jenis kidung, beraneka sampian (kerajinan dari janur), dan beraneka ragam tarian, yang berguna bagi upacara keagamaan. Adapun fungsi dari matembang, mejejahitan, dan menari contohnya, kidung dalam hari suci keagamaan dilantunkan sebelum upacara dimulai, dan kidung juga dilantunkan setelah persembahyangan selesai atau sebelum metirta. Sedangkan mejejahitan berguna saat pembuatan banten untuk upacara keagamaan, maka daripada itu kita harus punya keterampilan mejejahitan karena umat Hindu pasti membuat banten dalam kehidupan sehari-harinya. Sama halnya dengan matembang, menari juga digelar sebelum upacara keagamaan dimulai biasanya tari yang ditarikan adalah tari Rejang Dewa yang dibawakan oleh anak perempuan, selain tari yang dibawakan oleh anak perempuan ada juga tari yang dibawakan oleh ibu-ibu PKK yaitu tari Rejang Sutri. Sedangkan tari yang biasanya dibawakan oleh laki-laki adalah tari baris tunggal. Setelah kidung dilantunkan dan tarian, barulah upacara keagamaan dimulai. Seperti itulah fungsi dari masing-masing kegiatan ekstra kurikuler yang aku ikuti.