Jumat, 09 April 2021

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN

 



Program Pendidikan Guru  Penggerak

PGP – 1 – Kabupaten Badung – Hendra Pratisnojati Shoheh Muttaqin
3.1.a.8 Koneksi Antar Materi

  

    Pada setiap kegiatan yang dilakukan dalam Program Pendidikan Guru Penggerak ini selalu dimulai dari mulai dari diri sendiri. Kegiatan memulai dari diri sendiri merupakan suatu awal dalam melakukan perubahan, bagi seorang guru salah satu caranya adalah dengan menerapkan dasar-dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara. Salah satu pemikiran Ki Hajar Dewantara adalah menyebutkan bahwa pendidik ibarat seorang petani. yang hanya bisa merawat dan menuntuk tumbuh dan berkembangnya kodrat alam dan kodrat zaman. Seorang petani tidak bisa memaksa agar tanamannya cepat berbuah dengan menarik batang atau daunnya. Tanaman itu akan berbuah manakala ia memiliki potensi untuk berbuah serta telah sampai pada waktunya untuk berbuah. Tugas seorang petani adalah menjaga agar tanaman itu tumbuh dengan sempurna, tidak terkena hama penyakit yang dapat menyebabkan tanaman tidak berkembang dan tidak tumbuh dengan sehat, yaitu dengan cara menyemai, menyiram, memberi pupuk dan memberi obat pembasmi hama. Bob Talbert mengugkapkan bahwa Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best yang dapat diartikan bahwa mengajarkan anak tentang apa yang utama itu lebih baik daripada hanya mengajar menghitung. Mengajarkan anak untuk berbudi dan memahami dari mana sumber ilmu berdasarkan kemampuan dan bakatnya itu lebih baik daripada mengajarkan dan memberikan ilmu secara langsung.

   
Pratap Triloka
    Ki Hajar Dewantara mengenalkan filosofi Pratap Triloka yang secara garis besar berisi tentang keteladanan yang diharapkan ada pada diri seorang guru, baik ketika mendidik disekolah maupun dilingkungan masyarakat, memberikan semangat ketika melakukan dan menerapkan budaya positif, serta mendorong anak didik dalam mengarungi pendidikan sebagai salah satu upaya menggapai cita-cita Sebagaimana ungkapan yang kita kenal Triloka Ki Hajar Dewantara "Ing Ngarso Suntulodo, Ing Madya Mangun Karsa, Tut wuri Handayani". Ing Ngarso Sung Tuladha, di depan memberi teladan. Sebagai seorang pemimpin (guru) haruslah memberikan tauladan yanag baik bagii orang yang ipimpinnya (murid). Ing Madya Mangun Karsa, di tengah membangun motivasi. Sebagai seorang pemimpin (guru) harus bisa bekerjasama dengan orang yang dididiknya. Tutwuri Handayani, di belakang memberi dukungan. Guru sebagai motivator harus mampu mendorong kinerja murid untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Melalui ajaran pratap triloka ini maka bisa menjadi panduan bagi guru dalam menjalankan aktifitasnya terkait pelaksanaan pembelajaran. Sehingga akan memudahkan guru sebagai seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan. Melalui keputusan yang baik dan tidak merugikan siapa saja yang terlibat, maka akan menjadikan guru seorang teladan bagi para muridnya. Ketika seorang guru memberikan keputusan terhadap suata masalah atau dilema, guru tidak hanya berpedoman kepada satu prinsip saja, akan tetapi didasarkan pada beberapa prinsip Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking), Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking), dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking).
  
Merdeka Belajar
    Terdapat beberapa nilai yang didapatkan setelah mendalami materi pada modul ini, salah satunya adalah bahwa dalam proses mengajar itu harus dilakukan sepenuh dan setulus hati, mencurahkan seluruh jiwa dan raga kita kepada murid, karena dengan mengerahkan seluruh jiwa raga kita maka akan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih bermanfaat dan bermakna bagi peserta didik. Selain itu dengan mendalami modul ini, kita disadarkan tentang menciptakan pembelajaran yang memerdekakan murid, yaitu dengan cara menuntun kodrat murid dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan dirinya baik sebagai manusia pribadi, maupun sebagai masyarakat. Konsep lain yang diperoleh adalah bahwa pendidikan itu  hanya dapat menuntun tumbuh dan berkembangnya murid seusuai dengan lakunya atau dasarnya yang sudah terdapat/tertanam pada diri masing-masing individu. Konsep lain yang tidak kalah penting adalah bahwa p
endidikan diibaratkan seorang petani yang hanya bisa merawatnya namun tidak bisa merubah kodrat tanaman yg ia tanam. Biji padi akan tetap menjadi padi, berdasarkan paparan tersebut sangatlah berpengaruh pada paradigma pengambilan keputusan dan prinsip dalam pengambilan sebuah keputusan yang dimiliki oleh seorang guru. Terdapat empat paradigma yang dapat terjadi ketika terjadi situasi dilema etika, yakni Paradigma individu lawan masyarakat, Paradigma kebenaran lawan kesetiaan, Paradigma rasa keadilan lawan kasihan, dan Paradigma jangka pendek lawan jangka Panjang. Dengan  tertanamnya nilai-nilai yang sudah disebutkan diatas,tentu akan berpengaruh terhadap prinsip pengambilan sebuah keputusan. Seorang guru harus menerapkan minimal salah satu dari tiga prinsip yang telah disebutkan pada bagian awal tulisan ini, yaitu Berpikir Berbasis Hasil Akhir, Berpikir Berbasis Peraturan, dan Berpikir Berbasis Rasa Peduli.  Dengan berfikir bahwa Pendidikan adalah suatu pengajaran yang bermanfaat bagi anak maka dalam pengambilan keputusan pastilah memikirkan hasil akhir yang di dapatkan anak. Dalam menerapkan prinsip peraturan serta rasa peduli dalam setiap pengambilan keputusan harus berdasar dengan pola pemikiran bahwa kita sebagai guru adalah sebagai penuntun berkembangnya potensi anak, rasa peduli kita diibaratkan seperti prinsip dalam merawat padiagar bisa tumbuh menjadi lebih baik. Berusaha untuk lebih bijak dalam setiap pengambilan keputusan karena semua haruslah berpihak kepada anak. Tentunya hal ini harus berdasarkan kondisi dan situasi yang sedang dihadapi anak saat itu. Dalam setiap pengambilan keputusan ada baiknya kita harus memberikan motivasi intrinsik. Hal ini dapat bermanfaat untuk memberikan kekuatan dalam diri anak utk tumbuh lebih baik.

Alur BAGJA

    Pada kegiatan terbimbing yang dilakukan pada program guru penggerak ini, khususnya pada materi pengambilan keputusan yang ada kaitannya dengan proses kegiatan coaching yang diberikan oleh pendamping dan fasilitator dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait bagaimana menghadapi suatu konflik dilema etika yang harus dilakukan dalam proses pengujan pengambilan keputusan. terdapat beberapa langkah yang dilakukan dengan tujuan untuk mewujudkannya, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut, (1) Memfokuskan pembelajaran yang berpihak kepada murid, (2) Menggali potensi pada diri anak (bakat, minat, ketrampilan) dan menyesuaikian dengan kodrat zaman (perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi zaman, (3) Menciptakan pembelajaran di kelas yang menyenangkan serta bermakna. Kemudian, selain memeperhatikan beberapa kegiatan tersebut, terdapat suatu cara yang efektif yang dapat digunakan, yaitu melalui pendekatan BAGJA  (Buat Pertanyaan, Ambil Pelajaran,Gali Mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur Eksekusi. Hal yang harus dilakukan dalam alur BAGJA ini adalah memahami kekuatan positif dan kelemahan pada sekolah, kemudian menggali kekuatan positif yang ada sekolah, menyusun Visi sekolah sesuai pendekatan Inkuiri Apresiatif., menyelesaikan kendala yang muncul dengan mempersiapkan solusi pemecahannya dengan berkolaborasi dengan teman sejawat, menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan sekolah, dan menjalankan peran masing-masing dengan baik dan penuh tanggung jawab. Dengan berpedoman pada pemahaman Pratap triloka, inquiri apresiatif, serta BAGJA tentunya pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif karena sesuai dengan tingkat pemahaman siswa, telah berlandaskan pada perkembangan zaman, kebutuhan siswa, serta disesuaikan dengan kondisi serta potensi yang dimiliki. Prinsip-prinsip yang sudah dipelajari selama ini dapat digunakan untuk melakukan coaching agar dapat menyelesaikan permasalahan serta mengambil sebuah keputusan dengan lebih bijak. Dalam segala aspek materi pembelajaran yang diberikan terhadap peserta didik kita, terkait guru sebagai agen perubahan sekaligus bisa memanaj emosional sebagai control social baik dikelas yang berhadapan langsung dengan berbagai bakat sifat dan kebutuhan belajar anak maupun dilingkungan sekolah maka seorang pendidik harus mampu mengelola emosi sebagai sebuah tantangan untuk memberikan timbal balik positif,maka Metode coaching adalah sebuah metode pendekatan, Coaching adalah memberikan pertanyaan pertanyaan untuk menggali dan murid sendiri yang menentukannya dalam konteks pendidikan coaching menjadi salah satu proses 'menuntun' kemerdekaan belajar murid dalam pembelajaran di sekolah. Coaching menjadi proses yang sangat penting dilakukan di sekolah terutama dengan diluncurkannya program merdeka belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Program ini dapat membuat murid menjadi lebih merdeka dalam belajar untuk mengeksplorasi diri guna mencapai tujuan pembelajaran dan memaksimalkan potensinya. Harapannya, proses coaching dapat menjadi salah satu langkah tepat bagi guru untuk membantu murid mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan, membantu murid untuk mampu mengatasi segala problematika belajar. Dalam kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil, tentunya hal -hal tersebut diatas sangat mempengaruhi pola fikir dalam setiap Langkah yang saya ambil. Baik penerapan filosofi KHD, maupun penerapan inkuiri apresiatif serta BAGJA. 


Dilema Etika dan Bujukan Moral
    Pada pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika, hal itu sifatnya relatif dan bergantung pada situasi dan kondisi yang terjadi pada saat kejadian, hal ini dapat dimaknai bahwa terkadang adalah hal yang benar untuk memegang aturan demi suatu keadilan, akan tetapi terkadang membuat pengecualian juga merupakan tindakan yang benar pula.terkadang masuk ke ranah bujukan moral dimana kita dihadapkan dengan situasi yang sangan urgent. Seorang pendidik pastinya harus kembali mengingat nilai dan peran seorang guru. Sejatinya guru adalah seorang suri tauladan untuk siswa-siswinya. Prinsip moral dari dalam diri haruslah disesuaikan dengan prinsip etika, rasa peduli, berfikir jangka Panjang. Sekalipun hal tersebut berbenturan dengan peraturan. Namun hal tersebut perlu dicermati, difahami situasi dan kondisinya. Berlatih bijak agar nantinya tidak memberikan kerugian namun dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Hal yang perlu menjadi acuan adalah bahwa dalam pengambilan setiap keputusan haruslah dilakukan demi kebaikan orang banyak, menjunjung tinggi prinsip-prinsip/ nilai-nilai diri, serta melakukan apa yang diharapkan harapkan orang lain akan lakukan kepada diri sendiri.

   
Pengambilan Keputusan
    Pengambilan k
eputusan yang tepat tentunya akan membawa keadaaan yang lebih positif kondusif, aman, dan nyaman. Kita ilustrasikan sebuah sekolah yang nyaman aman dan kondusif didalamnya tumbuh dan berkembangnya  budaya positif, murid memiliki motivasi yang cukup tinggi, belajar tanpa pujian dan hadiah , taat tanpa hukuman.pembelajaran yang berpihak kepada murid,pendidik yang selalu melihat kodrat dan kebutuhan murid serta mampu mengelola emosi menjadi sebuah kekuatan positif,menjadi pendengar yang baik ketika murid memiliki sebuah masalah, memilik para  pendidik yang bisa dan mampu membuat keputusan sebagai pemimpin pembelajaran disekolah, ini adalah cita cita kita sebagai guru di abad 21, dengan kata lain proses pengambilan keputusan yang dilakukan harus berdasarkan atau menerapkan dilemma etika. Mengenai bagaimana cara serta Langkah -langkah yang dapat kita ambil dalam pengambilan keputusan yang tepat, berikut ini saya sampaikan 9 langkah pengambilan keputusan yang efektif. Dengan menerapkan 9 langkah ini dapat memandu kita untuk mengambil keputusan dalam situasi dilemma etika yang membingungkan karena adanya bebrapa nilai-nilai yang bertentangan. 
    Melalui pengambilan keputusan yang tepat, maka secara tidak langsung kita sudah melakukan praktik  pengajaran yang memerdekakan murid, dimana pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan menggunakan prinsip filosofi KHD, penerapan inquiri apresiatif, BAGJA, pembelajaran berdiferensiasi, KSE sangatlah membantu ketika  mngambil sebuah keputusan karena didasari dengan prinsip-prinsip ilmu tersebut dan dilakukan dengan tekhnik coaching dalam mencari akar permasalahannya. Sehingga pengambilan keputusan tidak merugikan murid. (berpihak pada murid).

    
Pendidikan Memerdekakan
    Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, harus benar-benar paham dan berhati-hati dalam pengambilan sebuah keputusan, p
engambilan keputusan yang keliru dapat menimbulkan dampak negatif bagi murid. Baik memberikan efek jangka pendek maupun efek jangka Panjang. Jadi guru harus benar-benar bijak dalam mengambil sebuah keputusan. Beberapa prinsip seperti peraturan, rasa peduli, serta hasil akhir haruslah dijadikan pedoman terhadap pengambilan keputusan. Namun hal tersebut tentunya harus melihat situasi dan kondisi yang dihadapi. Apakah melanggar norma? Apakah masih bisa diperbaiki? Ataukah memang harus tegas dalam penerapan peraturan yang ada . Hal ini sangatlah berpengaruh untuk hasil akhirnya. Seberapa besar dampak yang akan diterima anak? Apakah berdampak postif ? atau malah berdampak negatif? Hal ini perlu difikirkan matang-matang sebelum keputusan diambil.
    Setelah mempelajari modul ini, dapat dismpulkan bahwa semua kegiatan dan tindakan yang akan kita ambil untuk menentukan sebuah keputusan haruslah berpedoman kepada Filosofi KHD yaitu patrap triloka, dengan 3 filosofi yang dijadikan slogan pendidikan di negara kita, Kemudian penerapan Inquiri Apresiatif, Pembelajaran Berdiferensiasi, serta pengendalian diri guru dalam emosi dengan menerapkan KSE pada proses pembelajaran dapat membantu guru ketika melaksanakan coaching dan menelusuri akar permasalahan yang dihadapi siswa maupun guru untuk menangani sebuah permasalahan serta dapat mencari sebuah solusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Pengambilan keputusan tentulah harus berpihak kepada anak, dan menerapkan rasa peduli serta memikirkan perkembangan murid dalam jangka panjang. Demikian koneksi materi yang dapat saya paparkan. Terima Kasih.


    

1 komentar: